Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan

Bulan Kuning dan Bulan Biru

Senin, 12 Desember 2011

 

Bulan Kuning
 
"Bulan kuning mengikuti kita! Kalau kita berjalan, dia juga berjalan, kalau kita berlari, dia juga berlari." Benarkah bulan yang mengikuti kita sepanjang malam berwarna kuning dari awal sampai akhir? Sebenarnya bulan tidak selalu berwarna kuning, tergantung waktu dan kondisi saat kita melihatnya, warna bulan sedikit berbeda-beda. Sewaktu bulan baru muncul dan ketika bulan mulai tenggelam ke arah selatan pada dini hari, dia berwarna kemerahan.

Karena pada waktu-waktu itu jarak cahaya matahari yang harus dibiaskan dari atmosfer ke permukaan bumi sangatlah jauh, jadi panjang gelombang cahaya yang pendek dan berwarna biru akan bertabrakan dengan debu, awan, dan uap air yang terdapat di atmosfer sehingga cahaya ini akan dipantulkan kembali sedangkan gelombang cahaya panjang yang berwarna kemerahan akan dibiaskan sehingga kita lebih banyak melihat bulan yang berwarna merah dan kuning.
Pada hari yang cerah bulan yang ada di atas langit berwarna biru. Ini terjadi saat udara bersih sehingga cahaya yang melewati atmosfer bumi tidak akan dipantulkan. Namun karena polusi udara, langit bertambah kotor. Karena itulah sekarang ini kita sulit melihat bulan yang berwarna biru lagi. Sebaliknya akan mudah bagi kita melihat bulan yang berwarna kuning.

Jadi kita lebih sering melihat bulan yang berwarna kuning karena polusi udara yang semakin parah menyebabkan cahaya bulan yang berwarna biru bertabrakan dengan benda-benda polusi yang ada di udara sehingga cahaya tersebut dipantulkan dan hanya cahaya kuning saja yang bisa dibiaskan hingga terlihat di bumi.




Bulan Biru

ini salah satu info tentang bulan biru



Quote:

"Blue Moon" Bersinar di Malam Tahun Baru

Bulan biru dikabarkan akan muncul di malam Tahun Baru. Bukan sebuah cahaya biru di atas satelit yang dimaksud, melainkan bulan purnama kedua dalam kalender bulan. ini sesuatu yang belum terjadi pada malam pergantian tahun selama hampir 20 tahun.

"Desember 1990 berakhir dengan bulan biru, dan bulan biru bersinar pada malam Tahun Baru saat itu. Itu sangat menyenangkan," kata Profesor Philip Hiscock dari Memorial University of Newfoundland, Kanada, seperti dilansir CNN, Rabu (30/12).

Umumnya dalam sebulan hanya muncul satu bulan purnama. Menurut pihak Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), terkadang akan ada dua bulan penuh dalam sebulan. Sesuatu yang terjadi setiap dua setengah tahun. Tapi, bulan biru  


jarang muncul pada 31 Desember.

NASA menjelaskan, cahaya biru di langit dimungkinkan karena bulan memiliki rona berwarna biru langit. Tapi, hal itu terkadang disebabkan kotoran halus yang beredar di atmosfer bumi atau nada biru gelap langit.

Hiscock pun memaparkan, blue moon tidak selalu berarti bulan purnama kedua dalam satu bulan. Ratusan tahun lampau, itu hanya berarti "tidak pernah" atau "tidak masuk akal". "Ungkapan "bulan biru" telah ada, lebih dari 400 tahun, tapi selama waktu itu artinya telah bergeser. "Saya telah menghitung enam arti yang berbeda yang telah dilakukan oleh istilah, dan setidaknya empat dari mereka masih aktif saat ini. Itulah yang membuat diskusi tentang istilah sedikit rumit."

Menurut pihak National Space Science Data Center NASA, ketika Krakatau di Indonesia meletus pada 1883, gunung berapi ini menimbulkan begitu banyak debu di atmosfer. Akibatnya, bulan benar-benar berwarna biru. "Dampak ini berlangsung selama hampir dua tahun," imbuh Hiscock.

Adapun bulan purnama mempunyai 12 nama atau satu untuk setiap bulannya. Istilah "bulan biru" dirujuk bulan purnama ke-13 dalam satu tahun.(RST/ANS)  


Sumber : http://jelajahunik.blogspot.com/2011/09/kenapa-bulan-berwarna-kuning-temukan.html

Danau Bulan Sabit


Danau Bulan Sabit
Sedangkan orang China menyebutnya Yue Ya Quan. Hebatnya lagi, Danau itu tak pernah kering. Bahkan di musim terpanas sekalipun. Letaknya yang berada di tengah lautan pasir, membuat keberadaanya begitu mempesona. Yue Ya Quan menjadi tempat yang paling sering dikunjungi wisatawan di Provinsi Gansu.
Yue Ya Quan berada kurang lebih 7 kilometer sebelah selatan Kota Dunhuang yang masuk dalam wilayah provinsi Gansu. Dunhuang pada zaman kuno adalah kota penting di Jalan Sutra yang ramai, kebudayaan Timur dan Barat berbentur di sini. Kota ini sangat ramai dengan kedatangan kafilah dan saudagar.
Yue Ya Quan dulunya oleh penduduk setempat dinamakan Sumur Padang Pasir. Tempat ini begitu misterius dan memiliki keindahan yang tiada banding. Kabarnya 2000 tahun lalu, seorang raja dari Dinasti Han pernah menemukan seekor kuda sakti dan tangguh di mata air ini.
Panjang danau dari sisi utara ke selatan kurang lebih 100 meter. Sementara dari sisi timur ke barat, lebarnya mencapai 25 meter. Bagian timur danau kedalaman air mencapai 5 meter. Sedangkan di bagian barat jauh lebih dangkal.

Keistimewan mata air ini adalah letaknya yang dikelilingi gundukan gurun pasir dengan tinggi puluhan meter. Hingga ketika angin berhembus pasir bertebangan keberbagai penjuru. Anehnya, pasir itu tak pernah jatuh kedalam kolam. Yang lebih aneh lagi, sejak ribuan tahun lalu tak pernah sekalipun air danau ini kering. Padahal kondisi di gurun yang bernama Minsha itu sangat panas dan kering.
Di tepi selatan mata air yang juga dijuluki “a pearl north of the Great wall” ini, ada sebuah paviliun dengan pagoda 9 tingkat setinggi 12 meter. Diameter pagoda berkisar 7 meter. Bangunan ini berdiri anggun dan kontras dengan keberadaan mata air ditengah gurun itu.
Bangunan yang dulunya merupakan kediaman raja ini memiliki beberapa ruangan diantaranya adalah Empress Palace (niangniangdian), Dragon Royal Palace (longwanggong), Boddhisattwa Palace (Pusadian), God of Medicine Cave (yaowangdong), Scripture Hall (jingtang), Thunder Spirit Table (leishentai), dan masih banyak lagi.

Kajian Ilmiah


Airnya tak pernah surut
Secara ilmiah para ilmuwan beranggapan Yue Ya Quan adalah oasis yang berhubungan dengan Dang River (sungai dang) yang berada tak jauh dari mata air berbentuk sabit itu. Karena pergeseran kulit bumi, maka tertutuplah jalur yang menghubungkan mata air dan sungai itu. Yue Ya Quan akhirnya menjadi oasis yang independent.
Dibawah danau kecil itu terdapat lebih dari satu sumber air yang senantiasa mengeluarkan air dengan debet tetap. Ketika musim panas tiba, petani sekitar daerah itu mengalirkan air danau itu ke ladang-ladang mereka. Saat itu jumlah air di oasis itu menurun hingga setengah. Namun tak lama berselang, jumlah air akan kembali normal.

Di sekitar Yue Ya Quan ditumbuhi rumput dan pepohonan yang rimbun disis timur. Air pada permukaan danau tenang seperti cermin dan tembus pandang hingga ke dasar danau itu. Gurun pasir yang berwarna keemasan, langit yang biru serta awan putih, memantul jelas pada permukaan air danau bulan sabit. Hasilnya,.wow…!! Sebuah pemandangan yang indah dan menakjubkan.

Terdapat 2 jenis kodok dan 2 jenis ikan di tempat itu. Salah satu dari jenis ikan adalah dari jenis yang sangat langka yaitu ikan Tiebei Yu yang berarti ikan berpunggung besi. Sementara tumbuhan yang langka di mata air itu adalah Rumput Air Tujuh Bintang yang dalam bahasa China disebut Qixing Cao. Konon memakan ikan dan rumput langka ini bisa menghilangkan penyakit dan membuat orang panjang umur. Hingga Yue Ya Quan juga disebut Yao Quan atau Mata Air Obat.

Pada saat perayaan imlek, masyarakat sekitar biasanya berkumpul di Yue Ya Quan untuk merayakan hari makan Bakcang (Sejenis makanan tradisional dari pulut dan dibungkus dengan daun bambu. Biasanya Bakcang berisi daging dan telur).

Asal Mula
Menyangkut asal usul gurun dan mata air bulan sabit, banyak berbagai versi cerita yang berbeda. Salah satu cerita tentang gurun itu menyebutkan, ribuan tahun silam seorang jendral dengan ribuan prajuritnya berperang mengusir musuh di gurun ini.
Sementara mereka sedang bertarung dengan seru, tiba-tiba angin yang sangat kencang berhembus, meruntuhkan pasir yang ada di sekelilingnya dan mengubur mereka di dalam pasir. Meski demikian, pertarungan tidak berakhir, prajurit tersebut masih bertempur di bawah pasir yang kini menjadi gunung pasir Minshan. Sampai saat ini jika angin  berhembus, akan terdengar suara-suara aneh seperti senandung dan teriakan. Katanya suara yang kini terdengar itu adalah raungan para prajurit tersebut. Hiii…seram juga ya.
Sementara tentang mata air bulan sabit, salah satu versi cerita menyebutkan ada seorang jendral bernama Li Guang yang melintasi gurun pasir ini bersama pasukannya dalam perjalanan mereka dari Dawan, gerbang masuk ke China bagian Barat saat itu. Teriknya matahari dan gersangnya gurun pasir, membuat pasukan Li lemas dan dehidrasi. Melihat pasukannya tak berdaya, Jendral Li yang sakti mandraguna mencabut pedangnya dan menghujamkan ke dalam pasir. Seketika, muncul air yang begitu jernih dan terus mengalir hingga kini.

Terlepas dari segala kisah yang mencoba menjelaskan keberadaan Crescent Moon Spring dan Gurun Minsha,  Setidaknya luangkan waktu Anda selama 2 jam untuk berkeliling kawasan ini dan nikmati kegiatan ala gurun mulai dari mendaki gurun Minsha dengan unta. Biayanya sekitar 60 yen/RMB hingga berseluncur di gurun dengan membayar 15 yen. Jangan lewatkan menikmati sunset ataupun sunrise spektakuler dari puncak gunung pasir sepanjang 40km dan tinggi 1.715m ini.

Ada satu lagi hal mengagumkan dari gunung pasir dengan punggung berbentuk zig zag tersebut. Sekalipun puluhan pelancong meluncur di permukaannya, ratusan jejak onta dan pengunjung menapaki gunung ini, semuanya akan kembali ke bentuk semula dalam semalam benar-benar seperti tak terjamah.

Sumber : http://jelajahunik.blogspot.com/2010/10/keindahan-danau-bulan-sabit-yang-sangat.html

Tanaman Es










Bukan tanaman dari es lho,tapi ini memang tanaman hidup yang diatasnya ditempeli embun dan embunnya berubah jadi es karena suhu yang dingin.


Cosas de la naturaleza (18 fotos) 1




Cosas de la naturaleza (18 fotos) 2



Cosas de la naturaleza (18 fotos) 3



Cosas de la naturaleza (18 fotos) 4



Cosas de la naturaleza (18 fotos) 5



Cosas de la naturaleza (18 fotos) 6



Cosas de la naturaleza (18 fotos) 7



Cosas de la naturaleza (18 fotos) 8



Cosas de la naturaleza (18 fotos) 9



Cosas de la naturaleza (18 fotos) 11



Cosas de la naturaleza (18 fotos) 12



Cosas de la naturaleza (18 fotos) 13



Cosas de la naturaleza (18 fotos) 14



Cosas de la naturaleza (18 fotos) 15



Cosas de la naturaleza (18 fotos) 16



Cosas de la naturaleza (18 fotos) 17



Cosas de la naturaleza (18 fotos) 18


Sumber : http://jelajahunik.blogspot.com/2011/11/tanaman-yang-berubah-menjadi-es.html

Indahnya Gerhana Bulan Total 10 desember 2011 di Berbagai Dunia

Minggu, 11 Desember 2011



karena kemarin ngga bisa lihat langsung gerhana bulan langsung,jadi hari ini cari info dan langsung diposting aja :D

Sebagian besar wilayah di tanah air kita tadi malam tertutup mendung hingga banyak yang tidak bisa menyaksikan fenomena alam berupa gerhana bulan total. Warga Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, gagal menyaksikan tahap awal gerhana bulan total, Sabtu (10/12/2011) malam. Mendung menutupi langit sejak siang. Bulan sempat terlihat antara pukul 20.25 hingga 20.40. Saat itu bulan sudah tertutup sebagian sehingga tersisa bentuk bulan sabit. Setelah itu, bulan menghilang tertutup awan mendung yang sudah melingkupi langit Pangkal Pinang sejak siang.

Gerhana Bulan Total

Foto diatas dan dibawah adalah penampakan gerhana bulan di tanah air hasil karya Kaskuser (Forum Kaskus) dari Yogyakarta dan Aceh

Gerhana Bulan Total

Fenomena alam gerhana bulan mulai terlihat dari Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (10/12/2011) sekitar pukul 19.00. Gerhana tampak dari kawasan muara Pantai Ulakkarang, Kota Padang, dengan bagian bawah bulan yang berada di sisi timur laut seakan menghilang. Gerhana total dimulai pada pukul 00.25 WIB dan berakhir pada pukul 05.59 WIB. Berdasarkan publikasi NASA, totalitas atau kondisi saat Bulan tak tampak sama sekali akan berlangsung selama 100 menit, dari pukul 02.22 WIB hingga pukul 04.02 WIB.

Gerhana Bulan Total
Pemandangan gerhana bulan di kota Masaki Jepang

Gerhana Bulan TotalPenampakan gerhana bulan di ibukota Jepang Tokyo

Gerhana Bulan TotalPenampakan gerhana bulan di New Delhi India

Gerhana Bulan TotalGerhana bulan di Golden Gate San Francisco California

Gerhana Bulan TotalPenampakan gerhana bulan di Tokyo Tower

Gerhana Bulan total kali ini bisa disaksikan di wilayah Eropa, Afrika, Amerika Selatan, Australia, dan Asia, termasuk Indonesia. Wilayah timur Afrika, Timur Tengah, Asia Tengah, dan barat Australia bisa menyaksikan keseluruhan tahap gerhana. Di Indonesia, wilayah yang keberuntungan yang sama adalah Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan sebagian Nusa Tenggara.
Gerhana Bulan Total
Gerhana Bulan Total
Gerhana Bulan Total 
Gerhana Bulan di Lahore Pakistan
Durasi totalitas gerhana kali ini akan menjadi salah satu yang terpanjang dalam 100 tahun. Dalam publikasi Space.com, Sabtu (11/6/2011), totalitas gerhana yang bisa menandingi terjadi pada pada 16 Juli 1935 selama 101 menit, 6 Juli 1982, dan 16 Juli 2000 selama 107 menit. Totalitas gerhana yang panjang berikutnya diperkirakan terjadi pada 27 Juli 2018 selama 106 menit.

Gerhana Bulan Total 
Indahnya gerhana bulan di pantai Malibu Santa Monica California

Gerhana Bulan Total 
Gerhana bulan di Los Alamos

Gerhana Bulan Total 
Pemandangan gerhana bulan di Las Vegas Amerika Serikat

Gerhana Bulan Total 
Gerhana Bulan di Cape Verde Arizona

Gerhana Bulan terjadi saat Matahari, Bumi, dan Bulan terjadi pada satu garis lurus di mana Bumi berada di antara Matahari dan Bulan. Tak seperti gerhana Matahari, gerhana Bulan aman disaksikan dengan mata telanjang tanpa perlu pelindung. Namun, karena terjadi tengah malam, pengamat disarankan istirahat terlebih dahulu.


sumber : http://ruanghati.com/2011/12/11/foto-foto-indah-gerhana-bulan-10-desember-2011-dari-seluruh-dunia/

Danau Kaco,Danau yang bercahaya

Kerinci, wilayah kabupaten paling barat di Provinsi Jambi ini dianugerahi dengan keindahan alam yang tiada duanya. Tidak salah jika Kabupaten Kerinci diberi gelar Bumi Segepal Tanah Surga yang Tercampak ke Bumi.

Satu di antara keindahan alam yang dimiliki Kabupaten Kerinci adalah Danau Kaco, yang terletak dalam Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Danau yang memiliki luas sekitar 30 x 30 meter ini memiliki kedalaman yang masih menjadi misteri.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhs-SERNK-6X0ctucIr_vuFptmcNgGmU9Wq7k04ZPokauRDG9mLYFoHnPHJG5rVb55SCjrZqEghuHosdYINC7xs17ajOgQ_qJJ3yLo3HrHI4PBSbJw01P5cy_3exy9zFKysmEAykw48PrzL/s320/image-upload-57-781853.jpe

Meskipun memiliki kedalaman air yang tidak terukur, namun dasar Danau Kaco bisa terlihat secara jelas. Ini karena warna air yang bening dan jernih serta tempat ribuan ikan semah berkembang biak.

Menurut cerita warga setempat dan beberapa orang anggota pencinta alam yang pernah berkunjung ke danau tersebut, ikan yang ada di dalam danau hanya bisa ditangkap dengan menggunakan pancing.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6GGi0gS7NtXN_1Sx41sZe0_5cnLE_uKaVHNK0o3OIxag2gDGePZ73ymm2Djyr_qnqHDIw3iJnMxnPZnnvwkuOObY455Ji73Er7UK5yE-h9Vso715nVXKTCRb9ISS_5qcF7Wlos2VvKRY/s1600/danau+kaca2.jpg

Jika hanya menggunakan peralatan lain, jangan harap bisa mendapatkan ikan. Pernah ada warga setempat yang memasang jaring untuk menangkap ikan semah di dalam danau, namun tak satu pun ikan didapat.

Menariknya lagi, bagi pemancing yang ingin memancing di Danau Kaco, mereka harus memiliki niat yang baik. Jika tidak, maka orang itu tidak akan mendapat ikan. Selain itu, jumlah tangkapan juga tergantung pada niat pemancing.

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/07/08/1416515p.JPG

"Jika pemancing niatnya mau ikan lima ekor, maka ikan yang didapatkan saat memancing hanya lima ekor saja. Kalaupun dapat ikan lebih banyak, maka ikan yang didapat bukan ikan semah, namun ikan lele yang sebenarnya tidak pernah terlihat dari permukaan danau," ujar Sofa, pencinta alam yang sudah beberapa kali mengunjungi danau tersebut.

Selain itu, Danau Kaco juga mengeluarkan cahaya yang terang, terutama pada saat bulan purnama. "Jika berkemah di Danau Kaco, apalagi saat bulan purnama, maka pengunjung tidak membutuhkan penerangan karena air danau mengeluarkan cahaya yang cukup terang. Jika dilihat dari kejauhan, cahayanya terlihat seperti lampu yang diarahkan ke langit," katanya.

Cerita Rakyat

Menurut kepercayaan warga setempat, cahaya yang dikeluarkan dari dasar Danau Kaco merupakan cahaya intan yang tersimpan di dasar air. Intan tersebut dulunya disimpan oleh Raja Gagak, yang berkuasa saat itu.

"Menurut cerita sesepuh desa, intan yang disimpan Raja Gagak di dasar Danau Kaco adalah intan dan emas titipan yang merupakan ikatan janji pangeran-pangeran yang ingin melamar putri Raja Gagak yang bernama Putri Napal Melintang. Semua lamaran anak raja yang ada di Kerinci diterima Raja Gagak, akhirnya ia kebingungan menerima yang mana," jelas warga Kecamatan Gunung Raya, Jon Hendri.

Putri Napal Melintang sendiri, kata Jon Hendri, dikenal memiliki wajah yang sangat cantik sehingga ia disukai oleh pemuda yang ada pada zaman itu. Bahkan, karena kecantikannya ia juga dicintai ayahnya sendiri.

http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/small/21705305.jpg

"Raja Gagak membawa lari putrinya beserta perhiasan emas dan intan yang dititipkan oleh para pangeran sebagai tanda janji, dan menyimpan emas dan intan tersebut di dasar danau," tambah Jon.

Sampai saat ini, kata Jon Hendri, warga Kecamatan Gunung Raya, masih mempercayai intan tersebut masih tersimpan di dasar danau. Beberapa tahun lalu, sempat ada warga yang ingin mencoba mengeringkan air Danau Kaco, namun nasib naas dialami warga itu. Ia meninggal karena sakit yang tak kunjung sembuh.

"Percobaan pengambilan intan di dasar Danau Kaco ini telah menbuat pria bernama Lisyuar Yusuf, warga Koto Payang, meninggal dunia. Sejak itu tidak ada lagi warga yang berani mengganggu intan yang ada di dasar danau," sebut Jon Hendri.

Jalan kaki 4 jam

Untuk bisa sampai ke Danau Kaco, pengunjung harus berjalan kaki selama empat jam dari Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, melintasi kawasan TNKS. Selama di perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan alam yang masih sangat asri karena dilindungi oleh warga setempat.

Namun, bagi yang membawa kendaraan pribadi, mereka bisa menghemat waktu satu jam. Kendaraan hanya bisa masuk sampai ke Benteng Depati Parbo, pahlawan Kerinci yang namanya sangat terkenal. Selanjutnya perjalanan bisa dengan berjalan kaki.

"Sebelum memasuki kawasan Danau Kaco, jangan lupa meminta izin terlebih dahulu pada orang adat setempat. Menurut pengakuan orang adat, kawasan Danau Kaco merupakan wilayah mereka," tambah seorang anggota pencinta alam kepada Tribun.

Uniknya Indonesia via Google Earth

10. Benteng Belgica di Pulau Banda (4°31'34.02"S 129°53'56.15"T).
Benteng peninggalan VOC yang dibangun pada tahun 1611 yang terletak di Pulau Banda. Anda bisa melihatnya dengan Google Earth pada posisi (4°31'34.02"S 129°53'56.15"T).
Spoiler for gambar:


Spoiler for gambar:

Quote:
9. Jembatan Suramadu (7°11'37.56"S 112°46'46.79"T)
Merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini, dengan panjang 5438 m, dalam beberapa sumber, dikatakan jembatan terpanjang se-Asia Tenggara adalah jembatan Na Expressway di Thailand (54 km). Jauh sekali bila dibandingkan dengan Jembatan Suramadu, namun Suramadu tidak bisa dibandingkan dengan jembatan di Thailand itu, karena Na Expressway merupakan jembatan jalan tol yang melintasi daratan, tidak seperti Suramadu yang melintasi Selat Madura.

Spoiler for gambar:

Spoiler for gambar:
Quote:
8. Taman Nasional Kelimutu (8°46'3.58"S 121°49'1.58"T)
Di dalam Taman Nasional ini terdapat danau tiga warna yang fastastis. Sayangnya gambar yang diambil pada saat pemotretan Google Earth di wilayah Gunung Kelimutu itu tidak didukung oleh cerahnya cuaca, alhasil terlihat sekumpulan awan besar di atas Gunung Kelimutu yang menutupi indahnya Danau Tiga Warna Kelimutu.

Spoiler for gambar:
Quote:
7. Kawah Putih, Jawa Barat (7° 9'57.04"S 107°24'8.15"T)
Kawah yang terbentuk dari letusan gunung patuha ini memiliki dinding kawah dan air yang berwarna putih, sehingga bila dilihat melalui Google Earth, terlihat jelas sekali kontras cahaya antara warna putih dan hijau.

Spoiler for gambar:
Quote:
6. Studio Trans TV di Makassar (5° 9'30.32"S 119°23'41.05"T)
Merupakan Taman Bermain Dalam Ruangan yang terbesar di Dunia saat ini. Mengalahkan Disneyland di Amerika Serikat dan Lotte World di Korea Selatan.

Spoiler for gambar:


Spoiler for gambar:
Quote:
5. Pantai Losari, Makassar (5° 8'36.97"S 119°24'27.33"T)
Masih di Makassar, Pantai Losari merupakan pantai yang terletak di sebelah barat kota Makassar, tidak hanya di darat kita bisa melihat keindahan Pantai Losari, di udara pun melalui Google Earth kita dapat menikmati keindahan Pantai ini.

Spoiler for gambar:


Spoiler for gambar:
Quote:
4. Menjelajah Kepulauan Raja Ampat, Papua (0° 9'28.84"U 130° 4'30.01"T)
Raja Ampat merupakan nama sebuah Kabupaten di Provinsi Papua Barat. Di beberapa sumber dikatakan Kepulauan Raja Ampat memiliki kehidupan biota laut dan terumbu karang terkaya di Dunia. Keindahan Raja Ampat sebagai surga Indonesia sekarang bisa kita nikmati melalui Google Earth, walaupun hanya dengan melihat saja, ya paling tidak dengan melihat Keindahan Raja Ampat ini kita bisa berimajinasi seandainya kita pergi dan berenang disana.

Spoiler for gambar:


Spoiler for gambar:


Spoiler for gambar:
Quote:
3. Kapal PLTD Apung, Wisata Tsunami di Aceh (5°32'47.01"U 95°18'24.34"T)
Tentu kita masih ingat Bencana Tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004, salah satu bencana terbesar Dunia dengan korban jiwa hingga ratusan ribu. Inilah bukti Kebesaran Tuhan YME.

Spoiler for gambar:


Spoiler for gambar:
Quote:
2. Gambar Misterius di Klaten (7°42'19.88"S 110°35'58.15"E)

Spoiler for gambar:
Quote:
1. Kepulauan Barat Daya Indonesia, Pulau Wetar.
Secara tidak sengaja saya menemukan gambar ini, coba anda perhatian baik-baik gambar awan yang satu ini. Setelah saya putar beberapa derajat, memang jika dilihat dari atas atau dari udara awan ini terlihat seperti awan biasa yang tidak berbentuk apa-apa, tetapi coba anda bayangkan jika anda melihat awan ini dari bawah atau dari darat....

Spoiler for gambar:


Spoiler for gambar:


Spoiler for gambar:


Sumber : http://jelajahunik.blogspot.com/2011/08/10-pemandangan-indah-di-indonesia.html#ixzz1gExW5DHL